Jumat, 15 Agustus 2014

photography->> simply box

Memiliki hobi motret itu susah susah gampang, terlebih bagi saya yang masih dibilang sangat pemula. Fotografi saat ini sedang menjadi trend, terlebih dengan makin maraknya kamera digital yang beredar di pasaran. Mulai dari pecinta Nikon, Canon, Olympus, dan merk lain. Mulai dari mereka yang duduk di sekolah, bangku kuliah, awal-awal kerja, cewek, cowok. Untunglah saya menyukai hobi ini sejak kecil, jadi saya tak mau dibilang ikut-ikutan. Bapak dulunya adalah seorang tukang foto di kantornya, mulai dari pasfoto, foto perkawinan, pesta, upacara negara, repro, semua mungkin pernah dijalani. Mungkin bakat itu tersalur kepada 4 putranya, dengan skill berbeda-beda (dan buat saya, skill Ary masih yang terbaik). Saya sendiri selalu menyebut pemula, karena saya tak cukup rajin mengupgrade kemampuan saya. I still have to learn much more.
Bercerita tentang kamera DSLR, dan perawatannya tentu, menjaga lensa dan CCD supaya tidak berjamur adalah mutlak. Apalagi kadang, seorang pemula mengabaikan perawatan ini, dan kaget ketika saat membersihkan lensa di service centre, mahalnya bukan main. Soal ini, saya pernah punya pengalaman kurang enak di sini, dan sudah terselesaikan dengan baik di sini. (silahkan dibaca) :)
Untuk mencegah jamur berkembang di lensa, setidaknya kita perlu memiliki yang namanya Dry Cabinet, atau Dry Box. Sayangnya, barang ini cukup mahal bagi pemula. -Jelas, fotografi bukanlah hobi yang murah-. Dry Cabinet harganya bisa mencapai >500 ribu, bahkan jutaan. Sedangkan Dry Box, setidaknya harga 400 ribuan, dengan bahan yang mudah pecah. Nah, konsep dari benda penting ini adalah menjaga kelembaban udara dalam keadaan yang baik/ideal. Yang saya tahu, kelembaban yang baik untuk kamera adalah pada angka 50-70 (pada hygrometer). Kurang dari 50 kurang baik, karena menyebabkan grease atau pelumas yang ada di kamera/lensa menjadi kering dan bisa menyebabkan karat. Jika lebih dari 70, sangat lembab, jamur akan cepat tumbuh.
Well, untuk menghemat dan memangkas budget yang ada, saya membuat dry box sendiri, dengan membeli box semacam Lock & Lock, yang dijual di Ace Hardware, namanya Biokips Komax (ukuran sesuai kebutuhan besar kamera dan lensa), electronic absorber (juga ada di Ace Hardware), serta sebuah hygrometer untuk pengukur kelembaban udara. Kiranya fungsi ini sama dengan Dry Cabinet atau Dry Box:
  • Sealed Box, memiliki lapisan karet yang menjaga udara masuk ke dalam. Fungsi ini setidaknya menjaga stabilitasnya. Untuk ukran 11 liter, mungkin harganya masih kisaran 150-200 ribu.
  • Electronic Absorber, sebagai pengganti silica gel, menjaga kelembaban udara di dalam box. Ketika warna sudah pink atau putih, dapat di charge kembali selama 1-2 jam, untuk dapat berfungsi kembali. Harganya 100 rb di Ace Hardware.
  • Hygrometer, dapat dibeli di toko-toko perkakas. Sebagai pengukur kelembaban yang kita inginkan. Saat angka menunjukkan < 30, buka sebentar kotak Anda, lalu tutup lagi supaya angka bisa normal. Jika > 70, charge lagi absorber Anda.
Kiranya ini bisa menjadi solusi yang simple dan mudah, juga hemat. Namun kalau ada uang lebih, tak ada salahnya beli Dry Cabinet saja. :D Oh iya, tak hanya untuk kamera, cara ini juga baik untuk menyimpan foto-foto koleksi, handycam, cd/dvd koleksi.
Selamat mencoba! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar